MR.PAMUJI


HIV/AIDS
Desember 3, 2007, 7:54 am
Filed under: Aspek spiritual keagamaan sebagai salah satu terapi HIV/AIDS

ASPEK SPIRITUAL KEAGAMAAN SEBAGAI SALAH SATU TERAPI  KELUARGA SADAR HIV/AIDS

Agama merupakan nasihat (HR. Muslim) sebagai aturan hidup yang berisi larangan dan perintah  Firman Allah mengatakan “ Demi masa seseungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman, dan mengerjakan amal soleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kebenaran “( Surah Al Ashr ayat 1-3). “Dan  tidaklah aku ciptakan jin dan manuasia supaya beribadah  kepada-Ku” (Surah Adz Dzariyaat ayat 56). Hal ini menunjukan bahwa setiap perilaku manusia harus disesuaikan  dengan norma-norma agama yang berasal dai Tuhan yang memberikan petunjuk serta perinath , bagaimana manusia harus bertindak dan bertingkah laku dengan benar. Prof J. Stinnet dan J.De Frain dalam penelitiannya yang berjudul “The National Study on Family Strengh menyebutkan bahwa keluarga-keluarga  yang tidak dilandasi  dengan agama yang kuat mempunyai resiko empat kali  lebih besar untuk menjadi Broken home, termasuk ketida setiaan dang anti-ganti pasangan serta berbagai bentuk pergaulan bebas. Perilaku tyang bebas, penyelewengan seksualbaik yang dilakukan suami atau istri dengan penderita HIV/AIDS ini semua merupakan penyakit moral oleh karena itu penanganannya adalah dengan meningkatkan ketahan kelauarga, dan ini dapat dicapai dengan landasanagamayang kkuat yaitu dengan meningkatkan keimanan dan ketaqwaan masing-masing anggota kelauarga, sehingga keharmonisan dalam keluraga akan dapat dicapai dan mengembangkan kelauarga yang sejahtera. Bagi yang sudah menyeleweng atau sudah kena virus HIV/AIDS maka bertobatlah dan tidak mau melakukan lagi dan tidak akan menularkannya pada orang lainnya serta meningkatkan ketaqwaan dan keimanan kepada Allah SWT, serta banyak amal soleh. Nabi bersabda “Bertobatlah kamu sebelum maut menjemputnya” Dan berdo’alah mohon kesembuhan.

K>H> Abdul Wahid juga berpendapat bahwa dalammencari jalan untuk menanggulangi penyebaran atau penularan HIV/AIDS perlu menggunakan isu moral keagamaan, karena masalah kesehatan  ini muncul setelah terjadi vacuum moral, bergesernya nilai-nilai luhur , perilaku dan norma-norma kehidupan dan semua itu disebabkan kurangnya ketahan keluarga. Jadi kunci permasalahan HIV/AIDS adalah menciptakan keluarga yang selalu taat beragama sehingga peningkatan ketahan kelauarga dapat terwujut dan keluarga dapat mengembangkan dirinya menjadi keluarga yang sejahtera.

Mas Pamujie




Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.