MR.PAMUJI


Pendidikan

Daerah Belum Siap UNTUS
Mereka Belum Memiliki Alat Pemindaian
BANDUNG, (PR).-
Kendati ujian nasional yang terintegrasikan dengan ujian sekolah (UNTUS) sudah menjadi kebijakan nasional, tidak semua daerah siap melaksanakannya. Ketidaksiapan terutama pada ketersediaan alat scanning yang harus dimiliki kabupaten/kota untuk memindai lembar jawaban komputer (LJK) siswa.

Salah satunya adalah Kabupaten Ciamis yang mengaku belum memiliki fasilitas serta alat untuk memindai serta meng-entry data dari tiap kecamatan.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Ciamis, Wawan Arifin, dalam acara sosialisasi UNTUS di Hotel Mutiara Bandung, Kamis (15/11) berharap, pemerintah pusat dapat memberikan bantuan alat terutama komputer yang diperlukan untuk pelaksanaan UNTUS.

“Sebenarnya kami sudah siap melaksanakan UNTUS, tetapi yang menjadi masalah adalah fasilitas alat untuk entry data dan pemindaian. Sebab, untuk entry data kan harus menggunakan komputer di tiap kecamatan,” ujarnya.

Mengenai persiapan anak didik, Wawan mengatakan bahwa saat ini seluruh sekolah sudah mulai mempersiapkan siswanya untuk menghadapi UNTUS. Dirinya pun sudah menginstruksikan semua sekolah untuk memberikan pelajaran tambahan kepada siswa kelas VI.

Menjadi kendala

Sementara itu, Kasubdin Dikmenti Dinas Pendidikan Jawa Barat, Syarif Hidayat, menyadari bahwa masalah ketersediaan alat dan fasilitas pemindaian akan menjadi kendala yang dihadapi semua daerah. Sebab, Syarif mengakui tidak semua daerah memiliki fasilitas tersebut.

Namun, kata Syarif, pihaknya telah mendapat informasi bahwa Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) akan menyediakan alat pemindaian yang akan disalurkan ke kabupaten/kota yang tidak memiliki alat tersebut.

“Kami juga sedang memikirkan hal itu, tetapi kami dengar bahwa alat pemindaian tersebut akan dibeli seluruhnya oleh BSNP sehingga daerah tidak perlu direpotkan dengan ketidaktersediaan alat,” ujarnya.

Menurut Syarif, teknologi yang diterapkan pada alat pemindaian nanti termasuk pada teknologi canggih. Bahkan kalau perlu, siswa tidak perlu menggunakan pensil 2B untuk melingkari lembar jawaban.

Syarif pun mewanti-wanti kepada seluruh kabupaten/kota agar tidak memungut iuran UNTUS kepada para orang tua siswa. Sebab, khusus untuk tiga mata pelajaran yang diujikan yakni matematika, bahasa Indonesia, dan IPA biayanya ditanggung pusat, provinsi, dan APBD kabupaten/kota.

“Kecuali untuk ujian dari mata pelajaran di luar itu, ya silakan setiap sekolah menentukan sebab sekolah sendiri yang menjadi penyelenggaranya,” katanya.

Bandung siap

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Bandung, Oji Mahroji menyatakan, Kota Bandung siap menjalankan UNTUS, baik dari sisi siswa, sekolah maupun ketersediaan alat pemindaian. “Kota Bandung tidak terlalu sulit sebab kami punya alatnya,” tuturnya.

Oji pun yakin para siswa SD yang berjumlah kurang lebih 36.000 orang akan mampu menyelesaikan soal yang diberikan. Sebab, soal yang diujikan sebagian besar (60 persen) dibuat oleh guru-guru SD yang ada di Jawa Barat, sementara sebagian lagi yakni 40 persen ditetapkan pusat.

Mengenai anggaran yang diperlukan dalam penyelenggaraan UNTUS Mei 2008, Oji belum mengetahui berapa persisnya. Sebab, dirinya harus melihat dulu semua tanggung jawab Kota Bandung dalam UNTUS ini, untuk selanjutnya diajukan pada APBD Kota Bandung (A-157)

PENDIDIKAN ITU  MAHAL

Kadang orang tua dan siswa belum menyadari bahwa pendidikan itu mahal harganya,








Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.